.

Inilah Tiga Daerah Endemis DBD Tertinggi di Jogja


Jogja (sorotjogja.com) — Kecamatan Gondokusuman, menjadi daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Yogyakarta. Pasalnya jumlah warga yang tergigit nyamuk aides Aegypty telah mencapai 13 orang, sedangkan dua wilayah berturut-turut yang menempati posisi kedua dan ketiga ialah Tegalrego dan Ngampilan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya, Fita Yulia Kusworini, berkaitan dengan meluasnya penyebaran wabah DBD di wilayahnya.

Dia mengungkapkan, data update sampai siang ini, Selasa (10/2/2015) jumlah pasien DBD yang dirawat di Puskesmas telah mencapai 90 orang. “Dan ini merupakan siklus lima tahunan yang patut diwaspadai oleh kita. Karena curah hujan sangat tinggi, sehingga membuat genangan air ada di mana-mana. Ini sangat berbahaya,” katanya.

Apabila pada Januari 2014 hanya ada 19 kasus demam berdarah. Maka sekarang pasien yang terserang DBD naik 100 persen. “Curah hujan tinggi di luar rumah, kemudian banyak nyamuk bertelur di genangan air. Kalau di Yogya, penyebaran wabahnya sangat tinggi karena perindukan nyamuk di luar rumah sangat banyak,” ujar dia.

Dia mengimbau kepada semua warga agar terus menggalakan aksi kerja bakti di lingkungan rumah. Kerja bakti tak hanya dilakukan dengan menguras bak penampungan air saja, katanya. Tapi juga membersihkan tepi sungai dan banyak tempat cekungan air. (Fariz Fardianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.