Kriminal
Rabu, 12 Juni 2013 - 23:12:54 | renna-anggabenta / sorotjogja

Pembunuhan anak punk, keluarga korban serang tersangka

Sleman, (sorotjogja.com)--Polisi melakukan rekonstruksi terkait kasus pembunuhan Kevin Mahardika (14) warga Solo, Jawa Tengah pada Rabu (12/6/2013), sekitar pukul 10.30 WIB.

Pembunuhan tersebut diduga dilakukan oleh empat orang tersangka yaitu Tom alias Tomek (20) warga Klaten, Jawa Tengah, Fer alias Philip (17) warga Jogoyudan Jogja, Yd dan Kr, dua nama terakhir masih dalam pengejaran pihak kepolisian di Sungai Cemplung, Desa Lumbungrejo, Tempel, Sleman pada Minggu (12/5/2013) yang lalu.

Dalam rekonstruksi tersebut terlihat keluarga korban yang ikut hadir dari awal rekonstruksi bahkan hingga Tom dan Fer dibawa kembali ke tahanan Polsek Tempel. Tak hanya menghujani keduanya dengan cacian, ayah Kevin, Doni bahkan sempat berusaha memukul Fer. Beruntung aparat kepolisian dengan sigap berhasil mengamankan tersangka sehingga insiden lanjutan berhasil dihindari.

Dalam proses rekonstruksi ini, dua pelaku yang belum tertangkap yaitu Yd dan Kr diperankan oleh petugas. Rekonstruksi sendiri berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan memperagakan 17 adegan, mulai dari keempat tersangka dan korban tiba dengan menumpang mobil bak terbuka, hingga sampai penyerangan korban menggunakan keling dan cekikan hingga akhirnya korban meninggal di tempat kejadian. Dalam proses rekonstruksi tersebut, diketahui bahwa keempat tersangka melakukan perbuatannya di bawah pengaruh minuman keras.

Ibu korban, Sari dan nenek Kevin, Nunuk selama proses rekonstruksi tak henti-henti berteriak histeris. Mereka masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa putra kesayangannya tewas dengan mengenaskan. Bahkan hingga sampai kedua tersangka dibawa kembali ke Polsek Tempel, keduanya masih berteriak histeris tak dapat menahan emosi. Situasi kemudian berhasil diredakan ketika Sari diketemukan dengan Tom dan Fer di ruang tahanan.

Kasatreskrim Sleman Heru Muslimin ketika dihubungi menyatakan bahwa para pelaku akan dijerat dengan pasal 338 junto 170 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Menghilangkan nyawa, sekaligus pengeroyokan. Pelaku juga akan dikenakan pasal perlindungan anak lantaran usia korban yang masih 14 tahun," tegasnya.

Baca juga :


HOT NEWS
bernas_jogja.jpgeltira.jpgsonora.jpg