Ekonomi
Senin, 09 September 2013 - 20:52:15 | ulfah-nur-azizah / sorotjogja

Tahu dan Tempe" Menghilang" di Pasar Demangan
Tahu dan Tempe" Menghilang" di Pasar DemanganTahu dan Tempe" Menghilang" di Pasar DemanganSorot Jogja/Shinta

Jogja, (sorotjogja.com) -- Lauk tahu dan tempe nyaris tidak dijumpai di Pasar Demangan, Senin (9/9/2013). Berdasarkan pantauan sorotjogja.com, sejak siang hingga sore tidak ada satupun pedagang tahu dan tempe yang menjual lauk favorit tersebut.

"Hari ini memang tidak ada kiriman tempe maupun tahu dari produsen, sudah izin hingga besok Rabu karena ada aksi solidaritas, kalau saya sebagai penjual ya menanggapinya tidak keberatan itu kan aksi solidaritas, tapi sehari ini tadi memang banyak yang menanyakan, maklum tempe dan tahu itukan lauk yang merakyat," kata Waliyem salah satu penjual sayuran yang biasanya juga menjual tempe di Pasar Demangan.

Kelangkaan tahu dan tempe tersebut juga dirasakan oleh Sumiyem, salah satu pedagang warung makan di Gaten, Depok, Sleman hari ini tidak ada satupun pedagang yang menjual tempe serta tahu di Pasar Demangan Jogja.

"Saya tadi nyari keliling Pasar Demangan tidak ada yang jual tahu dan tempe, terpaksa saya hari ini hanya menggoreng bakwan saja untuk lauk, sekarang apa-apa mahal, bahkan tempe dan tahu yang dulu harganya paling terjangkau sekarang mahal bahkan susah ditemui," katanya.

Terpisah, Muji Raharjo salah satu perajin tahu di sentra industri tahu Ngudi Lestari Gunungsaren, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan mengatakan aksi mogok produksi tahu secara serentak dilakukan seluruh perajin tahu di Bantul menyusul adanya surat imbauan dari asosiasi pengusaha tahu seluruh wilayah di Indonesia.

“Aksi mogok produksi ini akan kami gelar sampai Rabu sampai menunggu reaksi dari pemerintah menyikapi melambungnya harga kedelai yang menjadi bahan baku kami makin tidak terkendali harganya,” katanya ditemui di ruang usahanya, kemarin.

Menurut Muji, belum ada kejelasan kapan pihaknya akan kembali berproduksi. "Jelasnya, sampai pemerintah mampu bersikap atas harga kedelai impor yang kini masih di harga Rp 9.500 per kilo gram. Harga kedelai bahan pokok pembuatan tahu semula masih terjangkau di harga Rp 7.000 hingga Rp 8.200 per kilogram," pungkasnya.

Berita Terkait :


HOT NEWS
bernas_jogja.jpgeltira.jpgsonora.jpg