Ekonomi
Jumat, 23 Agustus 2013 - 12:33:03 | shinta / sorotjogja

Harga Kedelai Naik, Pembuat Tempe Terkejut
Harga Kedelai Naik, Pembuat Tempe TerkejutHarga Kedelai Naik, Pembuat Tempe TerkejutSorot Jogja/Shinta

Jogja, (sorotjogja.com) - Sejumlah pembuat tempe berskala kecil pertanyakan kenaikan harga bahan baku tempe, kedelai. Mereka mengaku tidak mengerti penyebab kenaikan harga tersebut. Salah seorang pembuat tempe di dusun Kledokan Sleman, Paijah mengatakan kenaikan Rp200 per kilogram membuatnya kaget karena tidak mengetahui penyebabnya.

"Saya tanya ke yang jual kenapa naik, tapi dia juga enggak tahu," katanya. Produksi  pembuatan tempe yang dilakoninya lebih dari 30 tahun itu, saat ini terpaksa diturunkan. "Stok kedelai tinggal sedikit, ini buat pemesan saja yang untuk pengecer terpaksa enggak buat takut tidak laku."
Saat ini harga kedelai impor di pasaran mencapai Rp 8.500 per kilogram, sementara untuk pembuat tempe harga dijual lebih murah yaitu Rp 8.200 per kilo. 

Sementara harga tempe di pasar tradisional naik Rp 500 rupiah per kotak. "Kalau yang pakai plastik ini harganya sekarang Rp 2.500 , kalau yang pakai daun Rp 2.500 dapat 10 buah tapi baru bisa dipakai nanti sore atau besok pagi karena belum jadi," tutur Hadi penjual tempe di pasar Gowok Nologaten Sleman.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Bidang Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Disperindagkop DIY, Sugiyo mengatakan kenaikan harga kedelai impor telah terjadi cukup lama yaitu namun kenaikan ini tertutupi kenaikan harga bawang putih dan cabai. "Sebenarnya kenaikan sudah sekitar Maret lalu, dan persoalannya sama karena kita belum lepas dari ketergantungan produk kedelai impor. Penurunan produksi kedelai yang terjadi di beberapa negara importir kedelai, khususnya Amerika Serikat menjadi faktor pemicu terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga kedelai tersebut," terang Sugiyo.


Untuk menstabilkan harga kedelai, Pemda DIY mengaku tidak dapat berbuat banyak, karena hal tersebut berhubungan dengan jumlah import dan panen kedelai yang biasanya didatangkan dari Amerika.
Perbedaan bentuk dan ukuran serta harga yang lebih murah, menjadikan kedelai impor lebih banyak diminati.

Berita Terkait :


HOT NEWS
bernas_jogja.jpgeltira.jpgsonora.jpg