Sosial
Senin, 08 Juli 2013 - 22:16:02 | adi-prabowo-ado / sorotjogja

Jurnalis Jogja Bentuk Gerakan Solidaritas untuk Udin
 Jurnalis Jogja Bentuk Gerakan Solidaritas untuk Udin Jurnalis Jogja Bentuk Gerakan Solidaritas untuk UdinSorot Gunungkidul

Jogja, (sorotjogja.com) – Sejumlah jurnalis Jogja mengkritisi kasus pembunuhan wartawan Bernas Muhammad M Syafruddin atau Udin, yang setahun lagi memasuki masa kedaluwarsa, dengan mendeklarasikan sebuah gerakan moral bernama Solidaritas Wartawan untuk Udin.

Gerakan solidaritas dan spontan itu diawali dengan melakukan roadshow ke redaksi Kedaulatan Rakyat dan Koran Merapi, Senin (8/7/2013) siang. “Kami berharap gerakan moral ini mendapat dukungan dari seluruh insan pers bukan hanya di Jogja tapi juga dunia. Intinya kami ingin kasus itu segera terungkap!,” tutur Clemon Emo Lilik, wakil koordinator  Solidaritas untuk Udin, kepada sorotjogja.com, Senin (8/7/2013) malam. Nnntinya road show akan bergulir ke sejumlah media lainnya di Jogja.

Clemon menjelaskan dalam kunjungan ke kedua media itu, Wakil Pemimpin Redaksi Ronny S Viko dan Pemimpin Redaksi Koran Merapi Nurhadi antusias untuk mendukung gerakan moral tersebut. “Kedua pimpinan media tersebut siap untuk mensupport gerakan moral ini,” ujarnya.

Solidaritas Wartawan untuk Udin yang beranggota para jurnalis media cetak, radio, televisi dan foto itu sepakat didirikan pada 1 Juli 2013, bertepatan dengan HUT Polri, sekaligus sebagai momentum untuk menyikapi kasus Udin yang nyaris Kedaluarsa.

Dalam pernyataannya Ibnu Taufik, selaku koordinator Solidaritas Wartawan untuk Udin menegaskan gerakan ini bukannya ingin meniru Kopassus yang memiliki jiwa korsa. “Tetapi naïf kiranya, ketika kematian Udin yang kasusnya nyaris kedaluwarsa, dan belum tuntas, para jurnalis diam dan berpangku tangan,” jelas Taufik. Apalagi, jurnalis meyakini sejatinya semua bukti pelengkap yang bisa mengarahkan pembunuhan tersebut terkait pemberitaan sudah dimiliki oleh Tim Pencari Fakta (TPF) dari wartawan Jogja. “Namun polisi belum mampu juga mengungkap pelaku sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah Pemimpin Redaksi Koran Merapi Nurhadi, kepada sorotjogja.com, menegaskan dukungannya. “Saya dukung gerakan moral kawan-kawan. Prinsipnya, karena setahun lagi kedaluwarsa, wartawan Jogja perlu bersatu memperjuangkan kasus Udin. Atau setidaknya mendesak polisi untuk mengungkap kasus Udin,” ujar Nurhadi, yang saat merupakan salah seorang anggota TPF Udin.

Menurutnya, hal itu menjadi tantangan polisi untuk membuktikan keseriusannya mengusut kasus tersebut. “Selama 17 tahun polisi hanya basa-basi mengusut kasus itu. Akibatnya apa? Kasus Udin telantar. Karena itu memang perlu gerakan massif dari wartawan Jogja untuk mendorong polisi mengusut kasus itu,” tegasnya.

Seperti diketahui wartawan Udin, dibunuh di rumahnya pada 13 Agustus 1996 lalu. Setelah berjalan 17 tahun, polisi tidak mampu mengungkap siapa pelaku pembunuhan wartawan yang dikenal kritis memberitakan sejumlah peristiwa di daerah Kabupaten Bantul, yang merupakan wilayah liputannya. Beberapa orang, yang diduga mengetahui seputar kasus Udin, seperti mantan Bupati Sri Roso Sudarmo dan anggota Polres Bantul Serma Edy Wuryanto sudah disidang di Pengadilan Militer dan diputus bersalah. Sri Roso untuk kasus penyuapan dan Edy Wuryanto, penyidik Polres Bantul, untuk penghilangan blocknote Udin. Persidangan maupun vonis tidak menyentuh pada kasus utama yakni pembunuhan Udin.

Berita Terkait :


HOT NEWS
bernas_jogja.jpgeltira.jpgsonora.jpg