Kriminal
Selasa, 18 Juni 2013 - 19:16:03 | renna-anggabenta / sorotjogja

Kecewa Tuntutan JPU Ringan, Korban Penipuan Grudug Kejari Yogyakarta

Kecewa Tuntutan JPU Ringan, Korban Penipuan Grudug Kejari Yogyakarta
Sorot Jogja/Rena - Perwakilan korban penipuan

Jogja,(www.sorotjogja.com) - Puluhan orang korban penipuan berkedok penyalur tenaga kerja ke kapal pesiar Holand American Lines Selasa (18/6/2013) menggrudug Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta di Jl. Sukonandi, Yogyakarta.

Kedatangan mereka untuk melakukan protes terkait dengan tuntutan ringan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuniken Puji Astuti yang hanya menuntut terdakwa Doddy Trisman dengan hukuman 7 bulan penjara. Para korban yang juga merupakan siswa Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) Indocrew menuding adanya permainan antara Kejaksaan dengan keluarga Doddy Trisman.

"Beberapa hari terakhir, saya mendapatkan informasi bahwa ada keluarga tersangka yang datang menemui Kajari dan JPU," ucap Joko Santoso, perwakilan korban dari LPK Indocrew, yang ditemui seusai melakukan pertemuan dengan Kasi Pidum Kejari Yogyakarta, Yulianto.

Ia mencium ada yang janggal dalam tuntutan 7 bulan penjara terhadap Doddy Trisman. Dugaan itu menguat lantaran dalam proses persidangan dan dalam tuntutan jaksa, pasal 378 KUHP subsider 372 KUHP mengenai penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara sebenarnya sudah terbukti. Sehingga tuntutan 7 bulan yang kemudian dituntutkan JPU dirasa teramat ringan.

"Ini pasti ada permainan, wong semuanya terbukti kok, bisa-bisanya cuma dituntut 7 bulan, jelas tidak masuk akal," jelas Joko.

Sekadar untuk diketahui, kasus penipuan berawal dari janji Doddy Trisman yang mengaku bisa menyalurkan para siswa LPK Indocrew bekerja di kapal pesiar Holland American Lines (HAL) pada November 2010 yang lalu. Janji manis Doddy membuai sekitar 22 siswa sehingga kemudian terkumpul uang sejumlah 235 juta rupiah. Para siswa kemudian merasa curiga lantaran hingga tenggang waktu yang dijanjikan, mereka tak juga dipanggil bekerja di HAL. Para siswa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi hingga akhirnya kasus tersebut sekarang masih dalam tahap akhir proses persidangan

Baca juga :


HOT NEWS
bernas_jogja.jpgeltira.jpgsonora.jpg